Monoculture & Multiculture
June 29, 2009 at 9:51 am Leave a comment
Monoculture adalah suatu keadaan dimana sistem yang ditanamkan pada sekelompok PC seragam. Monoculture mempunyai kelebihan dalam hal perawatan, karena dengan sistem yang seragam dapat mengurangi tenaga dan waktu dalam merawat PC-PC yang ada.
Sayang, dengan kemudahan perawatan yang ada, sistem ini juga rentan terhadap serangan-serangan. Apabila salah satu PC dapat dibobol keamanannya, maka secara otomatis pc pasti dapat dibobol juga.
Lalu bagaimana dengan multiculture, atau disebut juga dengan diversity. Secara keamanan sistem ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan monoculture, sedang dalam segi perawatan malah akan merepotkan. Bayangkan bila ada 10 pc saja dengan sistem yang berbeda-beda, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merawat pc-pc tersebut.
Bukan rahasia lagi apabila windows sampai saat ini menjadi sasaran utama hacker maupun cracker dalam memilih sasaran untuk dijahili. Dengan banyaknya pengguna windows, kesempatan mendapatkan informasi yang bisa dicuri juga lebih. Berbeda pengguna linux pun bisa dibilang sedikit, dengan linux yang bisa dicustumize untuk dapat mencegah, memperlambat, atau mempersulit hacker dan cracker menembus sistem. Sehingga peminat untuk jahil ke sistem ini juga semakin kecil, selain lambangnya juga friendly untuk dilihat he he..
Pada oktober 2008 pengguna windows yang bemain internet terdeksi lebih dari 90%, dua bulan kemudian, untuk pertama kalinya pemain internet yang menggunakan windows turun menjadi 89%! Nah lho, ini yang membuat windows semakin rentan untuk diserang. Hacker atau cracker canggih yang memilih sasaran secara acak juga sangat mungkin mendapat sasaran dengan sistem operasi windows, layaknya orang buta melempar batu ke gajah. Tinggal tunggu diamuk aja sama gajah
).
Opini terakhir. Mana yang lebih baik diantara monoculture dan multiculture? Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, harus dipertimbangkan terlebih dahulu secara matang dengan melihat kondisi dilapangan. Apakah lebih menitik beratkan pada keamanan, kecepatan, atau kenyamanan. Apabila lebih memilih keamanan, sistem multiculture merupakan pilihan yang baik, tentu juga harus diimbangi dengan perhitungan dari perusahaan tersebut dalam biaya pengelolaan sistem. Secara pribadi saya lebih memilih multiculture dengan diversity yang rendah antara 2 sampai 3 kombinasi sistem saja. Sehingga tidak terlalu menyulitkan dalam pengelolaan sistem yang terintegrasi. Disisi lain peran aktif admin dalam pengelolaan jaringan juga sangat vital. Monoculture atau multiculture, bila pengelolaannya payah, tinggal tunggu waktu saja untuk diomelin sama bos.
Sekian pak.
Wisnu Widayat
23208353
S2 Media Digital dan Game Teknologi
STEI ITB
REFERENSI
[1] www.en.wikipedia.org/wiki/Monoculture_(computer_science).
[2] Raharjo, Budi. IT Monoculture. http://rahard.wordpress.com/2009/04/03/it-monoculture/.
[3] Vivian Yeo, ZDNet Asia, Spread security risks with diversity. http://www.zdnetasia.com/news/security/0,39044215,62047056,00.htm
[4] John Lister, Windows user share dips below 90%. http://vista.blorge.com/2008/12/02/windows-user-share-dips-below-90/
Entry filed under: Tugas Kuliah - Security - Budi Rahardjo. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed